Skip to content

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

Sistematika Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

  1. BAB I Ketentuan Umum (Pasal 1)
  2. BAB II Asas, Tujuan, dan Fungsi (Pasal 2 – Pasal 4)
  3. BAB III Perizinan, Bentuk Badan Hukum, Anggaran Dasar, dan Kepemilikan (Pasal 5 – Pasal 17)
  4. BAB IV Jenis dan Kegiatan Usaha, Kelayakan Penyaluran Dana, dan Larangan Bagi Bank Syariah dan UUS (Pasal 18 – Pasal 26)
  5. BAB V Pemegang Saham Pengendali, Dewan Komisaris, Dewas Pengawas Syariah, DIreksi, dan Tenaga Kerja Asing (Pasal 27 – Pasal 33)
  6. BAB VI Tata Kelola, Prinsip Kehati-hatian, dan Pengelolaan Risiko Perbankan Syariah (Pasal 34 – Pasal 40)
  7. BAB VII Rahasia Bank (Pasal 41 – Pasal 49)
  8. BAB VIII Pembinaan dan Pengawasan (Pasal 50 – Pasal 54)
  9. BAB IX Penyelesaian Sengketa (Pasal 55)
  10. BAB X Sanksi Administratif (Pasal 56 – Pasal 58)
  11. BAB XI Ketentuan Pidana (Pasal 59 – Pasal 66)
  12. BAB XII Ketentuan Peralihan (Pasal 67 – Pasal 68)
  13. BAB XIII Ketentuan Penutup (Pasal 69 – Pasal 70)

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94

Keterangan: Diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020

Donation

Donate $5 to buy me a coffee, to support producing great content. Thank You

$5.00

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: