
Hukum Positif Indonesia-
Sistematika Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua
- BAB I Ketentuan Umum (Pasal 1).
- BAB II Lambang-Lambang (Pasal 2).
- BAB III Pembagian Daerah (Pasal 3).
- BAB IV Kewenangan Daerah (Pasal 4).
- BAB V Bentuk dan Susunan Pemerintahan (Pasal 5 – Pasal 25).
- BAB VI Perangkat dan Kepegawaian (Pasal 26 – Pasal 27).
- BAB VII Partai Politik (Pasal 28).
- BAB VIII Peraturan Daerah Khusus, Peraturan Daerah Provinsi, dan Keputusan Gubernur (Pasal 29 – Pasal 32).
- BAB IX Keuangan (Pasal 33 – Pasal 37).
- BAB X Perekonomian (Pasal 38 – Pasal 42).
- BAB XI Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat (Pasal 43 – Pasal 44).
- BAB XII Hak Asasi Manusia (Pasal 45 – Pasal 47).
- BAB XIII Kepolisian Daerah Provinsi Papua (Pasal 48 – Pasal 49).
- BAB XIV Kekuasaan Peradilan (Pasal 50 – Pasal 52).
- BAB XV Keagamaan (Pasal 53 – Pasal 55).
- BAB XVI Pendidikan dan Kebudayaan (Pasal 56 – Pasal 58).
- BAB XVII Kesehatan (Pasal 59 – Pasal 60).
- BAB XVIII Kependudukan dan Ketenagakerjaan (Pasal 61 – Pasal 62).
- BAB XIX Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup (Pasal 63 – Pasal 64).
- BAB XX Sosial (Pasal 65 – Pasal 66).
- BAB XXI Pengawasan (Pasal 67 – Pasal 68).
- BAB XXII Kerja Sama dan Penyelesaian Perselisihan (Pasal 69 – Pasal 70).
- BAB XXIII Ketentuan Peralihan (Pasal 71 – Pasal 75).
- BAB XXIV Ketentuan Penutup (Pasal 76 – Pasal 79).
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135
Keterangan: diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008
