Perencanaan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup

By : Rendra Topan

Perencanaan lingkungan hidup merupakan bagian awal dari kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu :

1. Inventarisasi Lingkungan Hidup.

2. Penetapan wilayah ekoregion.

3. Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

Inventarisasi lingkungan hidup ini meliputi tingkat nasional, tingkat pulau/kepulauan dan tingkat wilayah ekoregion. Inventarisasi lingkungan hidup ini bertujuan untuk memperolh data dan informasi mengenai sumber daya alam yang meliputi : Potensi dan ketersediaan, jenis yang dimanfaatkan, bentuk penguasaan, pengetahuan pengelolaan, dan konflik serta penyebab yang timbul akibat pengelolaan.

Ekoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup. Berdasarkan inventarisasi lingkungan hidup menteri beserta instansi terkait melakukan dan menetapkan wilayah ekoregion, dengan mempertimbangkan kesamaan : Karakteristik bentang alam, daerah aliran sungai, iklim, flora dan fauna, sosial budaya, ekonomi, kelembagaan masyarakat dan hasil inventarisasi lingkungan hidup.

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) adalah perencanaan tertulis yang memuat potensi potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu. RPPLH ini terdiri atas : RPPLH nasional, RPPLH provinsi dan RPPLH kabupaten/kota.

Setelah adanya RPPLH nasional yang diatur dengan peraturan pemerintah, kemudian provinsi dan kabupaten/kota dengan berpedoman pada RPPLH nasional, juga membuat RPPLH provinsi dan RPPLH kabupaten kota berdasarkan inventarisasi tingkat pulau/kepulauan dan inventarisasi tingkat ekoregion, dimana antara RPPLH baik nasional, provinsi dan kabupaten kota saling terkait.

RPPLH memuat rencana tentang : (Pasal 10 ayat (4) UU No. 32 Tahun 2009)

1. Pemanfaat dan/atau pencadangan sumber daya alam.

2. Pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan/atau fungsi lingkungan hidup.

3. Pengendalian, pemantauan serta pendayagunaan dan pelestarian sumber daya alam.

4. Adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Pemanfaatan sumber daya alam dilakukan berdasarkan RPPLH, jika RPPLH dimaksud belum tersusun, maka pemanfaat dilaksanakan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dengan memperhatikan :

1. Keberlanjutan proses dan fungsi lingkungan hidup.

2. Keberlanjutan produktivitas lingkungan hidup.

3. Keselamatan, mutu hidup, dan kesejateraan masyarakat.

Sesuai dengan tingkatannya daya dukung dan tampung serta ekoregion ini ditetapkan oleh menteri untuk tingkat nasional, gubernur untuk tingkat provinsi, bupati/waliokota untuk tingkat kabupaten/kota. (RenTo)(271018)

Advertisements