
Hukum Positif Indonesia-
Instrumen yang diperdagangkan dalam pasar modal dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, dan derivatif.
Dalam uraian disampaikan mengenai:
Saham
Sederhananya saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan atau badan usaha.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Cara kerja saham dapat diuraikan dengan ilustrasi sederhana sebagai berikut:
“Bayangkan kamu dan tiga orang temanmu ingin membangun sebuah kedai kopi. Total modal yang dibutuhkan adalah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), jadi masing-masing harus menyetorkan modal sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Ini berarti masing-masing memegang saham kedai kopi tersebit sebesar 25%. Jika kedai kopi tersebut sukses, dan nilainya menjadi Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) berarti kamu memilki nilai saham sebesar 25% x Rp400.000.000,00 = Rp100.000.000,00 (seratus juta rpuiah)”.
Keuntungan Menjadi Pemegang Saham
Menjadi pemegang saham memiliki dua keuntungan utama, yaitu:
- Deviden; yaitu pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Jika perusahaan untung besar, mereka biasanya membagikan sebagian keuntungan tersebut bagi para investornya.
- Capital Gain; yaitu keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Contoh jika kmau membeli saham seharga Rp1.000,00/lembar lalu kemudian dijual pada saat harganya menjadi Rp2.000,00/lembarnya.
Risiko Bermain Saham
Dalam bermain saham tentu ada risikonya juga, yaitu:
- Capital Loss; yaitu kebalikan dari Capital Gain, dimana saham yang kamu beli Rp1.000,00 / lembar nilai menjadi turun Rp500,00/lembar.
- Risiko Likuidasi; yaitu Jika sebuah perusahaan pailit dan asetnya habis, pemegang saham adalah pihak yang terakhir yang mendapatkan sisa pembagian aset (jika masih ada tersisa).
Satuan Transaksi dalam Transaksi Saham
Di Indonesia pembelian saham dilakukan per “Lot”, dimana 1 Lot sama dengan 100 lembar. Jadi jika harga saham sebuah emiten Rp1.000,00/lembar dengan minimal pembelian 1 Lot, maka uang yang dibutuhkan untuk mebelinya adalah Rp1.000,00 x 100 = Rp100.000,00.
Dimana Kita dapat Membeli Saham?
Saham perusahaan-perusahaan besar diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun tidak bisa langsung datang ke gedung bursa untuk mebelinya. Kita harus menggunakan perusahaan perantara yang yang disebut dengan perusahaan sekuritas, saat ini dapat dilakukan melalui aplikasi di telepon seluler.
Obligasi
Oblihasi merupakan bukti utang, kebalikan dari saham yang merupakan bukti kepemilikan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa membeli obligasi berarti kita sedang memberikan pinjaman uang kepada pihak lain baik perusahaan swasta maupun pemerintah, dengan imbalan mereka berjanji akan mengembalikan uang kita pada waktu tertentu dan memberikan bunga secara rutin selama masa peminjaman.
Istilah dalam Obligasi
Istilah dalam obligasi yang harus kita ketahui adalah:
- Nilai nominal (Par); adalah jumlah utang pokok yang akan dikembalikan kepada kamu pada saat jatuh tempo.
- Kupon (Bunga); adalah imbal hasi yang dibayarkan penerbit obligasi kepada kita sebagai invenstor, biasanya dilakukan tiap bulan atau setiap enam bulan.
- Tenor (Jatuh Tempo); adalah jangka waktu pinjaman (contohnya: 1 tahun, 3 tahun, sampai 10 tahun)
Jenis Obligasi
Berdasarkan pihak yang berutang obligasi dibedakan menjadi:
- Obligasi Pemerintah (Government Bonds); dianggap paling aman karena dijamin negara, contoh: Sukuk Tabungan, ORI, SBR.
- Obligasi Korporasi; diterbitkan oleh perusahaan (BUMN atau swasta). Bunganya lebih tinggi dari obligasi pemerintah karena risikonya sedikit lebih tingg besar.
Mengapa Orang Membeli Obligasi?
Banyak investor memilih obligasi karena ingin mendapatkan pendapatan tetap yang stabil, sebagai contoh: kamu mempunyai uang sebesar Rp10.000.00,00 (sepuluh juta rupiah) dan membeli obligasi dengan kupon 6% per tahun. Maka selanjutnya, tanpa melakukan usaha apa pun kamu akan menerima uang sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu) setiap tahunnya, samapi dengan uang Rp10.000.000,00 milikmu dikembalikan utuh saat jatuh tempo.
Apa Risikonya?
Walaupun cenderung obligasi lebih aman jika dibandingkan dengan saham, obligasi tetap memilki risiko yaitu:
- Risiko gagal bayar; Penerbit obligasi (perusahaan) tidak mampu mebayar bunga atau pokok utang, namin hal ini sangat jarang terjadi pada obligasi pemerintah.
- Risiko suku bunga; Jika suku bunga bank naik, harga obligasi lama di pasar biasanya akan turun.
Jika kamu ingin berinvestasi yang lebih aman dari saham, dan mempunyai keuntungan lebih baik dari deposito bank, maka pilihannya adalah obligasi negara.
Reksa Dana
Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun uang dari beberapa investor yang kemudian dikelola secara profesional oleh manager invstasi ke dalam berbagai aset keuangan.
Bagaimana Cara Kerjanya?
- Investor menyetorkan dana ke reksa dana.
- Manajer investasi memutar dana tersebut ke saham, obligasi, atau deposito sesuai dengan jenis reksa dananya.
- Bank kustodian merupakan tempat penyimpanan aset paset para investor untuk keamanan.
- Keuntungan diperoleh jika nilai-nilai aset di dalamnya naik, maka Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau harga perunit reksa dana juga ikut mengalami kenaikan.
Jenis Reksa Dana
Terdapat beberapa macam reksa dana, yaitu:
- Reksa Dana Pasar Uang (RDPU); uang ditaruh di deposito dan surat utang jangka pendek. Hal ini sangat stabil, risiko rendah, cocok untuk jangka pendek.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT); mayoritas uang di taruh di obligasi. Hal ini lebih menguntungan dari RDPU tapi ada fluktuasi sedikit, cocok untuk jangka 1-3 tahun.
- Reksa Dana Saham (RDS); Mayoritas uang ditaruh di pada saham. Potensi keuntungan lebih tinggi, namun begitu risiko rugi juga paling besar, cocok untuk jangka panjang.
- Reksa Dana Campuran; Kombinasi antara saham, obligasi, dan pasar uang untuk menyimbangkan risiko.
Mengapa Pilih Reksa Dana?
Ada beberapa alasan memilih reksa dana, yaitu:
- Dikelola oleh ahlinya, jadi tidak perlu pusing memantau grafik saham setiap hari, hal ini sudah dilakukan oleh manajer investasi.
- Modal terjangkau, sekarang banyak aplikasi yang memungkinkan untuk berinvstasi hanya dengan modal mulai dari Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).
- Diversifikasi, dengan Rp100.000,00 secara tidak langsung sudah berinvestasi pada banyak perusahaan sekaligus.
- Likuiditas, pencairannya dapat dilakukan kapan saja, dengan jangka waktu sekitar 1-7 hari masuk kerekening.
Risiko Reksa Dana
Reksa dana juga memiliki risiko sebagai berikut:
- Penurunan nilai; Jika pasar saham/obligasi lesu, nilai investasi juga ikut berkurang.
- Risiko manajer investasi; Jika manajer investasi kurang cakap dalam mengelola portofolio, hasilnya mungkin tidak akan maksimal.
Reksa dana cocok bagi para pekerja yang sibuk atau mahasiswa tapi ingin uangnya tetap produktif.
Derivatif
Derivatif adalah sebuah kontrak atau instirumen keuangan yang nilainya menumpang atau diturunkan dari nilai aset lain yang mendasarinya biasanya disebut dengan underlying asset.
Kenapa harus ada derivatif?
Ada dua alasan utama mengapa instrumen ini digunakan, yaitu:
- Lindungi nilai (Hedging); seperti asuransi, contohnya: petani sawit takut harga sawitnya anjlok pada saat panen beberapa waktu ke depan, ia mengunci harga jualnya sekarang melalui kontrak derivatif agar tidak rugi nantinya.
- Spekulasi; Mencari keuntungan dari pergerakan harga, tidak perlu memiliki barang fisiknya, cukup membeli kontraknya dan berharap harganya naik atau mungkin juga bisa turun.
Jenis Derivatif
Di pasar modal ada beberpa bentuk derivatif yang sering disebut:
- Futures (kontrak berjangka); perjanjian untuk membeli atau menjualaset diharga tertentu pada tanggal yang sudah ditentukan diwaktu yang akan datang.
- Options (opsi); Hak untuk mebeli atau menjual aset pada harga tertentu dalam jangka waktu yang tertentu juga.
- Forward; Mirip dengan futures, tapi biasanya dilakukan secara privat (bukan di bursa resmi) dan lebih fleksibel.
- Swap; pertukaran arus kas antara dua pihak, biasanya terkait bunga bank atau mata uang asing.
Bagi investor pemula, derivatif biasanya dianggap terlalu berisiko, ada baiknya kuasai terlebih dahulu instrumen dasar seperti saham atau reksa dana sebelum terjun ke dunia derivatf yang jauh lebih kompleks. -RenTo250226-
