Pengujian Limbah B3

ilustrasi google

By : Rendra Topan

Selain limbah B3 yang sudah tercantum dalam Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, pemerintah melalui menteri terkait wajib melakukan uji karekteristik untuk mengindentifikasi limbah.

Pengujian Limbah B3 Kategori 1

  1. Karakteristik mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan/atau korosif sesuai dengan parameter uji yang tercantum dalam Lampiran II PP No. 101 Tahun 2014.
  2. Karakteristik beracun melalui TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Proedure) untuk menentukan limbah yang diuji memiliki konsentrasi zat pencemar lebih besar dari konsentrasi zat pencemar padam kolom TCLP-A, sebgaimana yang tercantum dalam Lampiran III PP No. 101 Tahun 2014.
  3. Karakteristik beracun melalui uji toksikologi LD50 untuk menentukan limbah yang diuji memiliki nilai uji toksikologi LD50 lebih kecil dari atau sama dengan 50 mg/kg berat badan hewan uji.

Pengujian Limbah B3 Kategori 2

  1. Karakteristik beracun melalui TCLP untuk menentukan limbah yang diuji memiliki konsentrasi zat pencemar lebih kecil dari atau sama dengan konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-A dan memiliki konsentrasi zat pencemar lebih besar dari konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-B sebagaimana yang tercantum dalam lampiran II PP No. 101 Tahun 2014.
  2. Karakteristik beracun melalui uji toksikologi LD50 untuk menentukan limbah yang diuji memiliki nilai uji toksikologi LD50 lebih besar dari 50 mg/kg berat badan hewan uji atau lebih kecil dari atau sama dengan 5000 mg/kg berat badan hewan uji.
  3. Karakteristik beracun melalui uji toksikologi subkronis sesuai dengan parameter uji sebagaimana yang tercantum dalm Lampiran II PP No. 101 Tahun 2014.

Uji karakteristik limbah B3 kategori 1 maupun kategori 2 harus dilakukan secara berurutan, dengan menggunakan laboratorium yang terakreditasi untuk masing-masing uji. Kewenangan pengujian limbah B3 tersebut dilakukan oleh tim ahli yang dibentuk oleh menteri, terdiri dari :

  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Anggota

Tim ahli limbah B3 ini haruslah mempunyai keahlian di bidang toksikologi, kesehatan manusia, proses industri, kimia, biologi dan pakar lainnya yang ditentukan oleh menteri. (Rento)(211018)

Advertisements