Acara Pidana

Alasan Dilakukan Penahanan

By: Rendra Topan

Dalam rangka pemeriksaan suatu perkara setelah adanya penetapan tersangka, penyidik dapat melakukan penahanan terhadap tersangka dengan alasan sebagaimana yang diatur dalm Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu:

  1. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri.
  2. Tersangka dikhawatirkan merusak atau menghilangkan barang bukti.
  3. Tersangka dikhawatirkan akan mengulangi tindak pidana.

Disamping alasan-alasan tersebut diatas, masih terdapat alasan yang sangat mendasar yaitu; bahwa penahanan hanya dapat dilakukan terhadap tersangka atau terdakwa atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya mempunyai ancaman hukuman pidana penjara lima tahun atau lebih (Pasal 21 ayat (4) a).

Penahanan tersebut harus dilakukan dengan tata cara sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat (2) KUHAP, yaitu dengan memberikan surat perintah penahanan atau penetapan hakim dengan menyebutkan:

  1. Identitas tersangka atau terdakwa.
  2. Alasan dilakukan penahanan.
  3. Uraian singkat tindak pidanan yang dipersangkakan atau didakwakan.
  4. Lokasi tempat penahanan.

Surat perintah penahanan atau penetapan hakim tersebut tembusannya harus disampaikan kepada pihak keluarga tersangka atau terdakwa sebagaimana telah diatur dalam Pasal 21 ayat (3) KUHAP. (RenTo)(040619)

Advertisements

Categories: Acara Pidana

Tagged as:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.