Acara Pidana

Alat Bukti Petunjuk

ilustrasi google

  by : Rendra Topan

Alat bukti petunjuk merupakan salah satu alat bukti yang sah seperti yang telah diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Disebutkan lebih lanjut dalam tentang pengertian alat bukti petunjuk dalam Pasal 188 ayat (1) KUHAP, bahwa yang dimaksud dengan petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.

Penerapan Pasal 188 ayat(1) KUHAP oleh hakim adalah bertujuan untuk memperkuat keyakinan hakim apakah sudah terjadi tindak pidana dan apakah terdakwa sebagai pelakunya. Jadi bukti petunjuk ini bukan hanya dapat menghukum terdakwa tetapi juga sebaliknya dapat membebaskan terdakwa dari tuntutan hukum, dimana hakim dengan keyakinannya menghubungkan semua alat bukti yang ada selama proses  persidangan.

Hakim harus dengan cermat dan teliti serta arif dan bijaksana dalam menyimpulkan suatu perkara tindak pidana berdasarkan fakta-fakta persidangan yang ada, demi terwujudnya keadilan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (RenTo) (220818)

Artikel Terkait

Categories: Acara Pidana

Tagged as:

1 reply »

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.