Acara Pidana

Upaya Hukum

ilustrasi google

By : Rendra Topan

Upaya hukum menurut Pasal 1 angka 12 KUHAP adalah, “hak terdakwa atau penuntut umum untuk tidak menerima putusan pengadilan yang berupa perlawanan atau banding atau kasasi atau hak terpidana untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini”.

Sesuai dengan bunyi Pasal 67 KUHAP, “terdakwa atau penuntut umum berhak untuk minta banding terhadap putusan pengadilan tingkat pertama kecuali terhadap putusan bebas, lepas dari segala tuntutan hukum yang menyangkut masalah kurang tepatnya penerpan hukum dan putusan pengadilan dalam acara cepat”.

Jenis upaya hukum ini terdiri dari :

  1. Upaya hukum biasa.
  2. Upaya hukum luar biasa.

Upaya Hukum Biasa Upaya hukum biasa ini terdiri dari :

  1. Pemeriksaan tingkat banding (Pasal 233-Pasal 243 KUHAP).
  2. Pemeriksaan untuk kasasi (Pasal 244-Pasal 258 KUHAP).

Upaya Hukum Luar Biasa Upaya hukum luar biasa terdiri dari :

  1. Pemeriksaan kasasi demi kepentingan hukum (Pasal 259-Pasal 262 KUHAP).
  2. Peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Pasal 263-Pasal 269 KUHAP).

Semua upaya hukum di atas akan diuraikan lebih lanjut dalam pokok bahasan tersendiri. (Rento)(041118)

Artikel Terkait

Advertisements

Categories: Acara Pidana

Tagged as:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.